Minggu, 25 Maret 2012

Zat Aditif


ZAT ADITIF
è  PENGERTIAN
Zat aditif adalah zat yang biasa ditambahkan kedalam suatu jenis  makanan atau minuman, sehingga makanan atau minuman tersebut lebih menarik. Umumnya, zat aditif tidak memiliki nilai gizi. Zat ini berfungsi untuk zat tambahan seperti mengawetkan makanan, menambah rasa dan aroma, dan mempermudah proses pembuatan makanan ataupun minuman, dan sebagainya.
Pada zaman dulu, teknik pengolahan makanan hanya menggunakan bahan-bahan alami, seperti kunyit, cabe, gula, pandan, dsb. Karena manusia tidak hanya puas dengan bahan alami dalam memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualitas hidupnya, maka dibuatlah bahan sintesis.

è MACAM – MACAM
1. Zat Aditif Alami
Zat aditif alami merupakan zat aditif yang diperoleh langsung dari alam. Tapi,
dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia yang semakin banyak, maka dituntut juga jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat-zat aditif alami tidak cukup lagi. Pada umunya zat aditf alami tidak menimbulkan efek samping, aman dikonsumsi dan tidak bertahan lama.
2. Zat Aditif Buatan
            Zat aditif sintetis atau buatan merupakan zat aditif atau zat tambahan makanan yg diperoleh melalui sintesis (pembuatan) baik di laboratorium maupun di industri dari bahan bahan kimia yang sifatnya hampir sama dengan bahan alami yg sejenis. Keunggulan zat aditif sintetis adalah dapat di produksi dalam jumlah besar, lebih stabil, takaran penggunaannya lebih sedikit dan biasanya tahan lebih lama.

Sedangkan kelemahan zat aditif sintetis adalah dapat menimbulkan risiko penyakit kanker atau bersifat karsinogenik.
Zat aditif sintesis aman dikonsumsi selama masih dalam ambang batas aman penggunaannya. Batas penggunaan bahan makanan ini, diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 722/Menkes/PER/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan, berdasarkan ADI (Acceptable Daily Intake), yaitu tidak menimbulkan bahaya jika dikonsumsi oleh manusia dengan dasar perhitungan yaitu perkilogram berat badan.

ZAT – ZAT ADITIF ALAMI
1. Zat Pewarna

No.
Contoh
Fungsi
1.
Curcuma longa, kunyit (curcumin)
Memberi warna kuning
2.
Dracaena angustifolia, daun suji. (Klorofil)
Memberi warna hijau
3.
cabai merah. (Kapsaisin)
Memberi warna merah
4.
Anato
digunakan untuk memberi warna eskrim es krim menjadi orange
5.
Daucus carota, wortel. (beta-karoten)
Memberi warna kuning
6.
Theobroma cacao, cokelat
Memberi warna coklat
7.
Kulit buah manggis
(Garcinia mangostana)
untuk warna ungu

2. Zat Penyedap Rasa / Pemberi Aroma
                  Contohnya antara lain :

-    pala
-          merica
-          cabai
-          laos
-          kunyit
-          ketumbar (Coriandrum sativum)
-          vanili
-          Jahe, Zingiber officinale, memiliki aroma pedas manis
-          Pandan, Mengharumkan kue, minuman dan makanan


3. Zat Pemanis
No.
Contoh
Fungsi
1.
gula pasir
Memberi rasa manis
2.
madu
Memberi rasa manis, serta khasiat tertentu yang terkandung dalam madu.
3.
Gula kelapa
Memberi rasa manis dan aroma tertentu.

4. Zat Pengawet
No.
Contoh
Fungsi
1.
Minyak Zaitun
(Vitamin E Oil, tokoferol)
Pengawet minyak
2.
Garam
nakan untuk membuat asinan ataupun ikan asin
3.
Gula
digunakan utuk membuat manisan buah-buahan


5. Zat Anti Oksidan

No.
Contoh
Fungsi
1.
Minyak Zaitun
(Vitamin E Oil, tokoferol)
Meremajakan kulit, melindungi kulit.
2.
Tulsi (Basil kudus), Ocimum sanctum
membantu dalam mencegah tanda-tanda awal tanda-tanda penuaan
3.
Paterseli, Petroselinum crispum
Anti oksidan dalam tubuh

6. Zat Pengemulisi, Pemantap, Pengental

No.
Contoh
Fungsi
1.
Daun waru
Untuk mengentalkan minuman

è  Pada umunya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping, karena bersumber langsung dari alam.

 


ZAT – ZAT ADITIF SINTETIS

1. Zat Pewarna
                  Pewarna berfungsi untuk memberi warna bahan makanan agar tampil menarik, sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli dan mengonsumsinya. Berikut ini adalah tabel yang menunjukan contoh zat pengawet yang sudah diketahui akibatnya.

No.
Contoh
Fungsi
Efek Samping
1.
Rhodamin B (pewarna tekstil), jenisnya :
Acid Bruliant Pink B
ADC Rhodamine B
Aizen Rhodamine BH
Aizen Rhodamine BHC
Akiriku Rhodamine B
Briliant Pink B
Calcozine Rhodamine BL
Calcozine Rhodamine BX
Calcozine Rhodamine BXP
Cerise Toner
[9-(orto-Karboksifenil)-6-(dietilamino)-3H-xantin-3-ylidene]dietil ammonium klorida
Cerise Toner X127
Certiqual Rhodamine
Cogilor Red 321.10
Cosmetic Briliant Pink Bluish D conc
Edicol Supra Rose B
Elcozine rhodamine B
Geranium Lake N
Hexacol Rhodamine B Extra
Rheonine B
Symulex Magenta
Takaoka Rhodmine B
Tetraetilrhodamine`
Pewarna tekstil, tetapi kadang-kadang digunakan untuk pewarna makanan oleh para orang tak bertanggung jawab
Kanker dan menimbulkan keracunan pada paru-paru, tenggorokan, hidung, dan usus
2.
Tartazine
Memberi warna kuning
Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.
3.
Sunset yellow FCF
Memberi warna kuning minuman ringan.. permen.. selai.. dan agar agar
Menyebabkan kerusakan kromosom
4.
Ponceau 4R
Memberi warna merah Minuman ringan.. Yoghurt.. Jeli
Anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
5.
Carmoisine (merah)
Memberi warna merah
Menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi
6.
Quinoline Yellow
Memberi warna kuning
Hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid
                          
                  Contoh lainnya adalah :
-          Pemberi warna merah : Eritrosim warna merah, allura, amaranth
-          Pemberi warna coklat : Coklat HT warna coklat
-          Pemberi warna biru    : Brilliant blue FCF
-          Pemberi warna hijau  : Fast Green FCF
-          Pemberi warna putih : Titanium oksida
-          Pemberi warna ungu : Indigocarmine
                       
2. Zat Pemutih, Pemutih Tepung
                  Selain zat pewarna makanan kita mengenal zat pemutih makanan. Zat pemutih ini baik digunakan untuk memperbaiki warna bahan makanan tanpa merusak komposisi bahan makanan. Misalnya, tepung yang masih baru biasanya berwarna kuning kecoklat-coklatan atau kuning keabu-abuan. Zat pemutih tersebut dapat digunakan untuk memutihkan tepung tersebut. Contoh-contoh pemutih yang aman digunakan dalam makanan adalah :

-          Oksida klor
-          Hidrogen peroksida
-          Benzoil peroksida
-          Natrium hipoklorit  Na(ClO)
-          natrium stearil fumarat
-          azodicarbonamide (E 927)
-          carbamide (E927b)
-          kalium bromate (E92)
-          L-sistein (E920, E921

                  Ada zat pemutih yang memiliki fungsi ganda yaitu sebagai pemutihwarna zat makanan juga sebagai pereaksi untuk menjadikan bahan makanan itu larut dalam air. Misalnya, Natrium hipo-klorit digunakan agar pati yang tidak larut dalam air menjadi larut dalam air.

3. Zat Penyedap Rasa
                  Makanan yg kita konsumsi sehari hari tak lepas dari penyedap dan bumbu masak. Karena memang zat tersebut menambah sedap dan menimbulkan selera malam. Penyedap dan bumbu masak kemasan banyak mengandung penyedap sintetis. Pengkonsumsian yang berlebiahn bisa menyebabkan pusing, mual dan kelainan pada sistem eksresi. berikut ini adalah tabel contoh zat penyedap rasa yang telah diketahui efek sampingnya

No.
Contoh
Fungsi
 Efek Samping
1.
Mono natrium Glutamat (vetsin) dan Monosodium Glutamat (MSG)
Penyedap makanan, memberi rasa gurih
Kelainan hati, trauma, Hipertensi, Stress, Demam tinggi, Mempercepat proses penuaan, Alergi kulit, Mual, Muntah, Migren, Asma, Ketidakmampuan belajar, Depresi.
                 
                  Contoh lainnya adalah :

-          guanosin monofosfat (GMP)
-          ionosin monofosfat (IMP)
-          asam cuka
-          benzaldehida
-          amil asetat
-          monopotassium glutamat
-          kalsium diglutamate
-          monoamonium glutamat
-          magnesium diglutamate
-          guanylic asam
-          dinatrium guanylate
-          dipotassium guanylate
-          kalsium guanylate
-          inosinic asam
-          dinatrium inosinate
-          dipotassium inosinate
-          kalsium inosinate
-          kalsium 5'-ribonucleotides  
-          dinatrium 5'-ribonucleotides
-          maltol, etil maltol
-          glisin
-          leusin
-          seng asetat


4. Zat Pemanis
                  Pemanis sintetis adalah pemanis pengganti gula pasir atau gula tebu atau sukrosa. Pemanis sintetis biasanya digunakan dalam pembuatan sirup, sari buah, minuman ringan, dan macam macam kue. Pengkonsumsian yang berlebiahn bisa menyebabkan pusing, mual dan kelainan pada sistem eksresi aeperti kencing manis. berikut ini adalah tabel yang menunjukan efek samping yang telah diketahui dari contoh zat pemanis sintetis.


No.
Contoh
Fungsi
Efek Samping

Siklamat
(berbahaya jika dikonsumsi)
memberi kemanisan 30 kali lebih manis daripada gula
Kanker (Karsinogenik)

Sakarin
memberi tingkat kemanisan 300 kali lebih manis daripada gula
Infeksi dan Kanker kandung kemih

Aspartan
memberi tingkat kemanisan 200 kali lebih manis daripada gula
Gangguan saraf dan tumor otak

Asesulfam
memberi tingkat kemanisan 200 kali lebih manis daripada gula
Gangguan saraf, tumor otak, serta karsinogenik

                  Contoh lainnya adalah :

-          Dulsin
-          Sorbitol
-          Neotam (tingkat kemanisan 8000-13000x gula)
-          Sakharin (biasa dipakai pada makanan berkalori rendah, juga makanan untuk penderita diabetes)
-          Adenylic Asam atau adenosin monofosfat (AMP)
-          Brazzein
-          Curculin
-          Erythritol
-          Isomalt Lactitol
-          Luo Han Guo Mabinlin Maltitol
-          Maltooligosaccharide
-          Miraculin Monatin
-          Monellin
-          Pentadin
-          Stevia rebiana, Truvia, PureVia; terutama mengandung rebaudioside A,
-          Tagatose  
-          Thaumatin
-          Xylitol0

5. Zat Pengawet
                  Pengawet digunakan agar makanan lebih tahan lama dan tidak cepat buruk di simpan. Bahan pengawet menghambat atau mematikan pertumbuhan mikroba atau mikroorganisme yg dapat merusak dan memburuk makanan. Terlalu banyak makan-makanan yang mengandung zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Berikut ini adalah tabel contoh zat pengawet sintetis beserta efek samping yang telah diketahui.

No.
Contoh
Fungsi
Efek Samping
1.
Formalin
(berbahaya jika dikonsumsi)
sebagai pengawet mie, dsb
Kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
2.
Boraks
(berbahaya jika dikonsumsi)
pengawet bakso, dsb
Mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
3.
Natamysin
(berbahaya jika dikonsumsi)
Sebagai pengawet makanan atau minuman kaleng.
Mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.
4.
Kalium Asetat
(berbahaya jika dikonsumsi)
Sebagai pengawet makanan atau minuman kaleng.
Kerusakan fungsi ginjal.
5.
Nitrit dan Nitrat
pengawet untuk mempertahankan warna daging atau iklan
Keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
6.
Kalsium Benzoate, Natrium benzoat dan asam benzoat (C6H5COOH)
digunakan sebagai pengawet minuman ringan.. kecap.. margarin.. saus.. manisan.. dan buah kalengan.
Memicu terjadinya serangan asma.
Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi benzoat dapat
memberikan kesan aroma fenol
7.
Sulfur Dioksida
pengawet untuk mempertahankan warna daging atau iklan
Perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
8.
Kalsium dan Natrium propionate
pengawet roti, keju,  margarin, dan mentega.
Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
9.
Natrium metasulfat
Mengawtkan makanan-minuman
Alergi pada kulit

                  Contoh lainnya adalah :

-          Asam sorbat
-          Asam propinoat
-          Etilen oksida dan etil format digunakan untuk menghilangkan hama dari bumbu-bumbuan dan kacang-kacangan.
-          Metil p-hidroksibenzoat, digunakan pada mi instant.
-          Propil-p-hidroksi benzoat
-          Natrium metabisulfit, Natrium sulfite
-          Kalium sorbat, Kalium sulfite
-          Etil p-hidroksi benzoate
-          Benzethonium klorida
-          Benzisothiazolinone
-          Tert-Butylhydroquinone
-          Kalsium benzoat
-          Kalsium tartrat
-          DMDM hydantoin
-          Diazolidinyl urea
-          Dimetil dicarbonate
-          EDTA
-          Ethylparaben
-          Germaben
-          Glycolic acid        
-          Hexamine
-          Imidazolidinyl urea
-          Isothiazolinone
-          Methylchloroisothiazolinone
-          Methylisothiazolinone
-          Natamycin
-          PAPB
-          Paraben
-          Persulfate
-          2-Phenylphenol
-          Phytic asam.
-          Kalium sorbate t
-          Kalium nitrat
-          Propil benzoat
-          Propylparaben
-          Quaternium-15
-          Natrium benzoat
-          Natrium klorida
-          Natrium nitrat
-          Sorbic asam
-          Belerang dioksida
-          natrium bisulfit (biasanya ditambahkan pada sirup, saus tomat, terasi, minuman ringan, ikan yang diawetkan, sosis, margarine, manisan, kecap)
-          asam cuka untuk acar, Asam Salisilat dan garamnya (Salicylic Acid and its salt)
-          Dietilpirokarbonat (Diethylpirocarbonate, DEPC)
-          POLYETHYLENE GLYCOL Di oleat (PEG), untuk pengawet warna


6. Zat Pengatur Keasaman, Penetral, Pendapar
                  Zat aditif ini berfungsi untuk mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan atau minuman. Contohnya antara lain

-          asam asetat, asam sitrat, asam laknat, asam tartrat, Asam klorida, Asam tentrat
-          natrium bikarbonat, Natrium sulfat
-          amonium bikarbonat.
-          Aluminium amonium sulfat
-          Kalium sulfa

7. Zat Sekuantran (zat pengikat logam)
                  Sekuestran merupakan bahan penstabil yg digunakan dalam berbagai makanan olahan. Sekuestran mengikat logam dalam bahan makanan, sehingga menjaga kestabilan bahan. Sekuestran yang paling sering digunakan adalah asam sitrat dan turunannya.
                  Contoh lainnya :
-          Kalium sitrat (dalam es krim)
-          Etilendiamintetraasetat / Kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA (Ethylene Diamine Tetra Atetic Acid)
-          Asam fosfat (pada lemak dan minyak makan)

8. Zat Anti Oksidan
                  Antioksidan berfungsi melindungi makanan yg mengandung lemak atau minyak dari ketengikan. Ketengikan terjadi karena minyak atau lemak yg terkandung dalam makanan rusak oleh proses oksidasi. Secara sederhana oksidasi dapat dikatakan merupakan suatu proses peruraian minyak dan lemak. Antioksidan yg ditambahkan akan menghambat terjadinya proses oksidasi tersebut.
                  Yang termasuk termasuk antioksidan antara lain:

-          Butil hidroksi anisol (BHA) dan butil hidroksitoluena (BHT) ditambahkan pada makanan yang mengandung lemak dan minyak goreng agar tidak cepat basi (tengik).
-          Asam askorbat (serta garam kaliumnya, garam kalsiumnya, dan garam natriumnya)di tambahkan ke dalam daging olahan, makanan bayi, Dan kaldu.
-          TBHQ, digunakan pada mi instant
-          Anoxomer
-          Ascorbyl palmitate
-          Ascorbyl Stearate
-          Betalain
-          Butylated hydroxyanisole
-          Butylated hydroxytoluene
-          Tert-Butylhydroquinone
-          Kalsium laktat
-          Dodecyl gallate  
-          Erythorbic asam
-          Ethoxyquin
-          Etil gallate
-          Indicaxanthin
-          Lutein
-          Lycopene
-          Mineral ascorbates
-          Octyl gallate
-          Phosphoric acid
-          Kalium tartrat
-          Kalium natrium tartrat
-          Propyl gallate
-          Natrium erythorbate
-          Asam tartarat
-          Tokoferol
-          Vulgaxanthin


9. Zat Penambah Gizi
                  Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan. Contoh :

-          Asam askorbat
-          Feri fosfat
-          Kalsium
-          Vitamin A, C, D, K, B1, B6, B12
-          Niasin
-          Asam Folat
-          Pantotenat
-          iodium dan mineral (Ca2+, Mg2+, dan Fe3+).
-          Pengganti lemak : Caprenin, Olestra, Simplesse, Z-Trim


10. Zat Penggumpal / Kempal (Anticaking agen)
Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contohnya antara lain :

-          Kalsium aluminium silikat (untuk garam meja)
-          Magnesium karbonat                                               
-          Magnesium oksida
-          E500 Natrium bikarbonat
-          E535 Sodium ferrocyanida
-          E536 Kalium ferrocyanida
-          E538 Calcium ferrocyanida
-          E542 Bone fosfat
-          E550 Sodium silikat
-          E551 Silikon dioksida
-          E552 Kalsium silikat
-          E553a Magnesium trisilicate
-          E554 Sodium aluminosilikat
-          E555 Kalium aluminium silikat
-          E556 Calcium aluminosilikat
-          E558 Bentonite
-          E559 Aluminium silikat (untuk susu bubuk)
-          E570 Asam stearat
-          E900 Polydimethylsiloxan


11. Zat Pengemulisi, Pemantap, Pengental
                  Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan. Emulsifier memungkinkan air dan minyak untuk tetap dicampur bersama dalam suatu emulsi, seperti pada mayones, es krim, dan homogen susu. Contoh zat – zat di atas adalah :

-          Agar – agar
-          Gelatin
-          Gom Arab
-          Monogliserida
-          Digliserida
-          Lesitin
-          garam fosfat, garam kalsium
-          kalsium glukonat kalsium sitrat
-          asam alginat
-          calaktat
-          glicerol mono oleat (GMO)
-          sukrosa ester asam lemak
-          sucroglycerides
-          polyglycerol ester asam lemak
-          polyglycerol polyricinoleate
-          Propylene glycol ester
-          lactylated asam lemak
-          dioctyl natrium Sulfosuccinate
-          natrium stearoyl lactylate
-          kalsium stearoyl lactylate
-          stearyl tartarate
-          sorbitan monostearate
-          sorbitan tristearate
-          sorbitan monolaurate
-          sorbitan monooleate            
-          sorbitan monopalmitate


12. Zat Pengeras
                  Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan.
                  Contohnya antara lain :
-          Aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol)
-          Kalium glukonat (pada buah kalengan)

13. Zat Pemberi Aroma dan Rasa (Essensi / Flovour)
                  Zat aditif ini digunakan untuk memberikan aroma buah-buahan dan atau lainnya pada makanan. sebagian besar zat pemberi aroma adalah golongan ester.
                  Contohnya antara lain :             
-          Etil butirat rasa buah nanas
-          Amil valerat rasa buah apel
-          Oktil asetat rasa buah jeruk
-          Butil asetat rasa buah pisang
-          Isobutil propionat rasa buah rum
-          Benzaldehida rasa buah lobi lobi
-          Benzal dehid mempunyai rasa dan aroma seperti buah cherry.
-          Propil asetat untuk pemberi aroma buah pir
-          Isoamil asetat untuk pemberi aroma buah pisang ambon
-          Metil salisilat untuk pemberi aroma minyak gandapura (wintergreen).
-          Diacetyl esensi Mentega
-          Benzaldehida rasa Bitter almond
-          Cinnamic aldehida rasaCinnamon
-          Ethyl propionate  untuk rasa Fruity
-          Metil anthranilate memberi rasa  anggur
-          Ethylvanillin  untuk esensi Vanilla

14. Humectants
                  Fungsi Humectants mencegah makanan kering. Ketika digunakan sebagai bahan tambahan makanan, para Humectant memiliki efek menjaga makanan basah. Contoh meliputi humectants gliserin, Propylene glycol (E 1520) dan glyceryl triacetate (E1518). Lainnya dapat polyols seperti sorbitol (E420), xylitol dan maltitol (E965), polimer polyols seperti polydextrose (E1200), atau ekstrak alami seperti quillaia (E999), asam laktat atau urea.  Senyawa kimia litium klorida adalah Humectant sangat baik, tetapi beracun.
 

è Walaupun semua zat – zat aditif sintetis diatas belum diketahui efek samping yang pasti, jika terlalu banyak mengkonsumsinya dan terlalu sering, mungkin akan menimbulkan kelainan fungsi pada organ, karsinogen, dasb yang merugikan tubuh.

ZAT ADITIF   


 (MACAM –MACAM, JENIS, CONTOH, FUNGSI, EFEK SAMPING)

                        Oleh Kelompok 7 Biologi
                              Kelas XI IPA 4, anggota :
                                    1. Eko Pamungkas (10)
                              2. Erika Kutniawati (12)
                              3. Oki Dika Nurshinta (25)
                              4. Retno Kumala Hesati S. (26)


               SMA NEGERI 3 JOMBANG
       TAHUN PELAJARAN 2009/2010

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons